Tampilkan postingan dengan label Sehari - Hari. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sehari - Hari. Tampilkan semua postingan

Minggu, 13 Juli 2014

"Capres dan Sepakbola"


Saya yakin, sebagian pecinta bola tanah air masih merasakan euforia final Piala Dunia 2014 di Brasil yang dengan dramatis dimenangkan Jerman dengan skor tipis 1 - 0. Sebelum perhelatan final semalem, negara kita disibukkan dengan euforia Pilpres dengan hasil yang menggantung. Kenapa menggantung? Ya karena hasil resmi pemenang Pilpres baru akan diumumkan KPU tgl 22 Juli mendatang. 

Ini mau ngomongin Piala Dunia atau Pilpres?

Ups sabar dulu... Setelah melihat final Piala Dunia semalem, saya menangkap ada beberapa pelajaran buat kehidupan bernegara Indonesia.Terutama yang sibuk dengan nyopras-nyapres... Upsss...

Tercatat, pada menit ke 22, Toni Kroos melakukan blunder yang hampir saja dikonversi menjadi gol oleh G. Higuain. Salah satu blunder paling heboh dalam perhelatan Pilpres kemarin adalah video-nya Ahmad Dhani yang diasosiasikan dengan fasisme-nya Nazi. Konon Pak Bowo marah besar pada Dhani. Hal ini berdampak pada menurunnya elektabilitas pasangan Bowo-Hatta.

Jerman dan Argentina juga melakukan jual beli serangan dan saling berusaha mencetak gol dengan serangan balik. Dalam Pilpres kemarin, kedua kubu juga gencar melakukan serangan kepada pihak lawan bahkan tak jarang terkesan menghalalkan segala cara melalui teknik propaganda dan black campaign. Kalau jual beli serangan pada final Piala Dunia semalem menimbulkan decak kagum. Lain dengan serangan hitam dalam Pilpres yang menimbulkan rasa eneg kaya mau muntah.. *huek

Tercatat pada menit ke-30, sebenarnya G. Higuain bisa menceploskan si kulit bundar ke gawang Neuer.Tapi sayang gol tersebut dianulir wasit karena dia terperangkap offsite. Argentina-pun tak tergesa-gesa untuk medeklarasikan kemenanganya. Dalam Pilpres tgl 9 Juli kemarin, hasil Pilpres sudah diumumkan siapa yang menang melalui Quick Count oleh berbagai lembaga survey. Dan anehnya, masing2 kandidat capres mendeklarasikan kemenangannya. Ini sikap optimis atau ke-pede-an. Menurut saya lebih baik mengaku kalah tetapi kemungkinan menang itu masih ada daripada mengaku menang di awal terus... kalah kemudian.. hehehe..

Akhirnya menit ke 113, gol yang ditunggu-tunggu tiba. Melalui umpan Andre Schuerle lewat sisi kanan pertahanan Argentina, Mario Goetze mampu mengontol dengan baik dan melesakkan tembakan keras ke gawang Rumero Uno. GOOOLLLL.... !!!

Lalu, kapan tercipta gol dalam perhelatan Pilpres Indonesia..? Yups, KPU menetapkan paling lambat tanggal 22 Juli Presiden Indonesia akan diumumkan. Berbeda denga sepakbola, hasil Pilpres sebenarnya sudah bisa dilihat berdasarkan hasil Quick Count berbagai lembaga  survey. Namun yang terjadi adalah karut marutnya lembaga survey yang layak dipertanyakan kredibilitas dan independensinya. Pihak pertama menuding lembaga survey yang memenangkan pihak kedua sebagai bayaran sehingga menguntungkan dirinya sendiri. Pihak pertama malah dengan terang-terangan percaya dengan lembaga survey-nya "sendiri" yang sudah tentu memenangkan dirinya sendiri. 

Karut marut hasil Quick Count berbagai lembaga survey ternyata membawa dampak keidupan masyarakat. Masyarakat dibuat bingung dan sangat berpotensi menimbulkan konflik sosial. Namun jika kita lebih jeli, terlihat jelas mana lembaga survey yang kredibel mana yang abal-abal. Lembaga survey yang kredibel tersebut bukan anak kemarin sore. Mereka sudah berpengalaman dengan Pileg dan Pilpres 2004 dan 2009. Permasalahan-permasalahan tersebut akhirnya direspon sebagian orang agar menunggu saja hasil real count yang akan diumumkan KPU.

Ditengah masa penantian yang mendebarkan sampai tanggal 22 Juli. Guru Besar Ilmu Manajemen dari UI, Prof. Dr. Rhenald Khasali mengungkapkan :" Jika kamu menggantungkan diri pada hasil Pilpres yang diumumkan KPU tanggal 22 Juli maka berhati-hatilah, WASPADALAH!!!" Real Count oleh KPU masih rawan untuk dimanipulasi suaranya. Menurut beliau, sebenarnya lembaga survey yang melakukan pengambilan random sampel dengan benar, menggunakan metodologi yang benar dan benar-benar diuji reliabilitas dan validitasnya, hasil survey-nya bisa digunakan untuk MENCARI KEBENARAN. Akan sangat aneh jika hasil survey yang sesuai dengan kaidah yang benar hasilnya berbeda dengan real count versi KPU.. 

Siapapun Presiden yang akan terpilih nanti, kami mohon belajarlah dari pertandingan final Piala Dunia antara Jerman dan Argentina. Walaupun masing-masing kubu ngotot timnyalah yang terbaik, tetapi kami tetap dengan legowo menerima kekalahan dan tak jumawa jika memperoleh kemenangan. Mengapa demikian? Karena kami anggap pertandingan tersebut dilakukan dengan fairplay. Kami ingin Pilpres yang fairplay layaknya sepakbola sehingga enak ditonton, menimbulkan kebanggaan serta tak menyulut permusuhan dan kebencian.

Bagi yang menang, hampiri lawanmu. Peluk dia sebagai teman, bukan lawan. Berikanlah rasa persaudaraan, bukan kebencian. Bagi yang kalah, bersikaplah legowo menerima kekalahan. Bukanlah menerima kekalahan adalah kemenangan yang sebenarnya. Pak Jokowi atau Pak Prabowo yang saya hormati. Bersikaplah seperti Lionel Messi jika mengalami kekalahan. Pasti nyesek sekali mahabintang seperti Lionel Messi dengan segudang prestasi mentereng untuk menerima kekalahan. Memang benar bapak-bapak, yang kami lihat adalah kesedihan. Itu sangat wajar tetapi matanya tak menyiratkan kebencian.

Bagi saya pribadi, yang menarik adalah bukan saat pertandingan selama 120 menit. Tetapi setelah pertandingan dimana para kekasih pemain bola Jerman berhamburan ke dalam lapangan. Itu pemandangan yang luar biasa.. hehehe... 

Akhir kata semoga hingar bingar Pemilihan Presiden Indonesia 2014-2019 tak hanya euforia semu selama proses pertandingan (kampanye sampai telah tiba saat pengumuman saja). Tetapi yang lebih diinginkan rakyat Indonesia adalah kehidupan berbangsa dan bernegara setelah Presiden baru yang terpilih. Akankan seindah para kekasih pemain Jerman yang berhamburan di lapangan??

LETS SEE...... !!!!

Jumat, 15 Maret 2013

Arjuna Hidup di Alam Demokrasi


Namaku Arjuna, penengah pandawa. Kakakku Yudistira dan Werkudara. Sedangkan kedua adik kembarku Nakula-Sadewa. Kami berlima sekarang tinggal di negeri seberang. Dengan demokrasi sebagai panglima. Disini demokrasi dipuja dan disembah layaknya raja. Segala perkara diselesaikan lewat tangan dingin demokrasi. Tak terkecuali masalah keluarga kami. Biasanya kakakku yang tertua, Yudistira yang memimpin rapat.

Matahari masih di ujung senja, saya duduk mematung di sudut ruangan. Hari ini akan ada pertemuan keluarga. Pesan BBm Yudistira kuterima semenjak suara alarm alam bersahutan menyambu pagi. Ya, suara kokok ayam masih setia membangunkanku. Di jaman sekarang mungkin alarm alam tersebut tak pernah lagi dirasakan masyarakat perkotaan yang hanya mendengar deru kendaraan lewat di jalanan. Disini masih ada suara simphoni kodok di musim hujan, suara jangkrik memecah malam serta kokok ayam menyambut mentari di balik awan.

Kami sepakat bertemu pukul 16.30. Di balik dinding atas jendela, jam menunjuk angka 16.45. Sudah 15 menit saya menunggu mereka. Semenjak pergi ke negeri ini, molor dan telat sepertinya sedang mewabah budaya bangsa. Di kota besar, macet menjadi alasan utama. Tapi di kota kecil yang jalannya sepi nan sering usang di makan air hujan, masih saja saudara-saudaraku tak bisa menepati waktu janjian. Aaahhh sudahlah.. Saya tengok sedikit timeline twitter saja. "Gerutuku".

Tepat pukul 17.00, si kembar Nakula - Sadewa datang dengan gontainya. Sepertinya mereka sedang lusuh dilanda persoalan entah apa saya tidak tau.

"Brooo, gimana ini.. Masa' rumah harus kita robohkan" Celutuk Nakula.

"Itu kan satu-satunya warisan orang tua kita brooo... ". Sahut Sadewa

Tanpa sempat kujawab, kakak Yudistira dan Bima datang hampir bersamaan. Yudistira langsung menempati singgasana di tengah2 meja dan kita duduk mengelilinginya. Maaf saudara-saudara. Saya datang telat sekali. Banyak kesibukan yang harus diselesaikan. "Hmmm... emangnya situ saja yang sibuk..  ". Kataku dalam hati. "Seharusnya sesibuk apapun kita, jangan sampai mengganggu kesibukan orang lain. Mungkin dengan ketelatan 1 orang akan menggangu jadwal dan agenda2 yang lain". Kesalku dalam hati...

Tanpa berpanjang lebar. Yudistira langsung menawarkan opsi kalau rumah harus dipertahankan. Bahkan nyawapun menjadi taruhan. Hal ini diamini Bima. Bima merasa memiliki kenangan yang tak terlupakan dengan rumah yang dihuni mereka berlima sejak masih ingusan. "Di sini, aku bebas melihat jernihnya sungai dengan gemericik air yang menenangkan suasana. Disini juga tempat kita menghilangkan dahaga". Ujar Bima sedikit terbata-bata. "Mungkin adikku Arjuna ada pendapat" Sambung Yudistira.

Baiklah saudara2ku. Keadaan sekarang dengan dulu jauh sangat berbeda. Negeri tempat kita berlima berpijak ini tak lagi dipimpin oleh raja. Sungai nan jernih dan suara air gemericik tak lagi terdengar. Lingkungan di hulu sungai dirusak manusia yang mengatasnamakan pembangunan. Masyarakat di sekitar rumah kita semakin banyak. Rumah berjejal-jejal membelakangi sungai bak mobil F1 yang saling beradu di lintasan. Hanya rumah kita saja yang berhalaman depan sungai. Lainnya pada membelakanginya. Merekapun tak segan buang sampah dan hajat di sungai. Sungai semakin tercemar. Ikan-ikan tak lagi betah berenang hingga berangsur2 hanyut mengapung bersama sampah. 

"Oooo.. ini to ternyata alasan para penguasa mau menggusur rumah kita ". Kata Nakula antusias.

"Lalu, kenapa baru sekarang mereka mau menggusur rumah-rumah tepi sungai termasuk rumah kita?" Sambung Sadewa tak mau kalah.Saya yakin mereka takkan berani melakukannya. Disudut sungai ini, akan dibangun wahana bermain, tepat ditepi sungai dengan dana milyaran rupiah. Konon investornya sudah terakses dengan salah satu penguasa. Lha tentunya rumah kita juga aman dari buldoser yang sewaktu2 mendera. 

"Sebentar saudara2... Hukum harus ditegakkan. Aturan sangat jelas bahwa sekitar 15 m dari bibir sungai harus bebas dari bangunan. Itu upaya untuk menyelamatkan sungai sebagai satu kesatuan ekosistem.  Yang ada jika bangunan semakin rapat, maka sampah semakin menumpuk, sungai menjadi dangkal, tercemar bahkan banjir di kawasan sekitar". Kata Arjuna.

"Semakin pintar saja kau Arjuna". Potong Bima dengan pandangan yang tajam. "Jadi kau tak sudi lagi mempertahankan rumah peninggalan orang tua kita. Kata2mu kan cuma aturan. Aturan dibuat kan untuk dilanggar".

"Aku setuju dengan Bima, saudaraku". Sang pimpinan rapat berbicara. Kalau kita lihat di negeri seberang. Banyak juga bangunan yang mepet pet dengan sungai. Toh ga dilarang. Malah sungainya dijadikan sarana transportasi warganya". "Itu aturan yang ga bener saudara Arjuna. Tak usah kita hiraukan aturan itu. Ayo rumah kita pertahankan sebagai warisan kedua orang tua kita".

"Setujuuuuu.....". Jawab Nakula-Sadewa kompak.

"Jadi saya putuskan bahwa rumah kita pertahankan dengan sepenuh jiwa. Kita abaikan aturan negeri ini. Toh di negeri seberang tidak jadi permasalahan. Kita sudah ikut arus demokrasi di negeri ini. Bahwa keputusan diambil dari suara terbanyak. Dan kau saudara Arjuna. Satu-satunya yang tidak sependapat dengan kita.". Begitulah sang pimpinan rapat menutup acara. 

Di negeri demokrasi ini, kebenaran ditentukan oleh banyak-banyaknya suara. Padahal saya yakin seyakin-yakinnya, bahwa suara terbanyak belum tentu benar. Yaaaaa... Inilah klenik demokrasi.. "suara Arjuna dalam hati. 


Trenggalek, Maret 2013


Follow me on twitter : @harend26

Selasa, 15 Januari 2013

Aku dan dua perempuan

Lukisannya Dullah

Suara deru motor di jalanan depan rumah cukup memekakkan telinga. Sambil sedikit membuka mata, disampingku masih tertidur pulas seorang perempuan. Kepala ini sedikit pusing. Malam yang cukup buruk bagiku. Badan meriang di tengah derasnya hujan yang bersahutan di luar sana. Tidak seperti perempuan itu. Terlihat sekali menikmati hujan di malam sahdu. Sampai tak tau kalau aku sudah melihat paginya dunia terlebih dahulu. Aku masih ingat sebuah ungkapan, “Pagi menjadi berkesan bukan karena pagi, tapi dengan siapa kita di waktu pagi”. 


Di rumah mungil yang halaman belakangnya lebih luas dari halaman depannya, aku tinggal bersama 2 perempuan. Kebetulan aku lelaki satu-satunya. Sudah hampir 2 bulan aku hanya terbaring di kasur. Bahkan tuk beranjakpun aku tak mampu. Dua perempuan itulah yang membantuku selama ini. Dari membuatkan asupan makanan dan membersihkan sisa kotoran buang air kecil dan besar


Akupun tahu, kadang mereka menggerutu. Disibukkan dengan pekerjaan di siang harinya, tentunya malam hari adalah saat ketika penat dilepaskan dengan sangat di kamar tidur. Tapi apa dayaku, hanya mereka yang kuharapkan membantuku. Kadang mereka bergantian menjagaku. Sekedar memastikan bahwa aku tak membasahi kasur dengan air seniku. Semacam kerja shif seperti di perusahaan. Jika petang mulai berselang, aku sebenarnya sudah berusaha buang air kecil agar sepanjang malam tak terasa. Tapi apa daya, udara dingin di luar sana membuyarkan rencana. 


Pagi ini aku bosan di dalam kamar. Kucoba mandiri berdiri, tapi apa daya aku tak sanggup. Badan ini terasa sangat berat. Aku takut jatuh dari ranjang dan malah membuat mereka marah. Perempuan pertama sibuk di dapur menyiapkan sarapan sedangkan perempuan kedua bersolek bersiap berangkat kerja. Pagi adalah saat tersibuk di rumahku. Tapi pagi ini keinginanku tuk sekedar melihat orang berlalu lalang di depan rumahku tak tertahankan. Sekedar melihat embun yang menetes di dedaunan. Atau menikmati hembusan angin dari balik bukit yang menyiratkan kebebasan pikiran. 


Aku tak tau sampai kapan kedua perempuan itu dengan sabar merawatku. Ingin rasanya segera meringankan beban mereka dengan membalas segala tindakannya. Tak lupa segenap doa terpanjat. Bersama hembusan angin yang sedikit menyayat. Di balik rumah, sayup-sayup terdengar suara motor pertanda perempuan kedua segera berangkat kerja. Pemandangan yang cukup asing bagiku selain melihatnya langsung memacu motornya di waktu pagi.. Perlahan suara deru motor menghilang seiring dengan masuknya siluet sinar mentari menembus sela-sela jendela. 


****


Sore itu hujan sedang marah. Anginpun ikut-ikutan memperburuk suasana. Suara pintu tertutup dengan paksa sedikit memekakkan telinga. Kedua perempuan itu sibuk mencari timba tuk mewadahi air yang menetes dari atap yang bocor. Saat itu aku sedang lapar dan dahaga. Ingin rasanya berteriak, perut terasa teraduk oleh 2 tembang keroncong jawa. Aku sudah tak kuat lagi, hingga pipi ini basah oleh air mata. Tak sederas hujan di luar sana. Tapi cukup pedih terasa di dada. Untungnya perempuan kedua segera beranjak ke kamar. Dengan cekatan dibuatlah asupan. Sekejap, laparpun beranjak pergi diiringi lantunan lagu gending jawa mengalun dari mulut tipisnya. 


*****


Minggu ketiga di bulan Desember......


Pagi itu aku agak bangun kesiangan. Tak seorangpun kulihat di dalam kamar. Mungkin perempuan pertama sibuk menyiapkan sarapan. Tapi perempuan kedua tak mungkin bersolek karena ini adalah minggu. Sayup-sayup terdengar suara dua perempuan yang semakin jelas. Rupanya, kedua perempuan itu terlihat mempesona dengan aroma bau bunga sebagai parfumnya. Jelas sekali baju motif rona bunga sedikit membukakan mata. Akupun tak sadar bahwa baju yang kupakai tidur semalam sudah berganti. Sejak kapan mereka mengganti baju tidurku. Atau mereka sedang memiliki rencana yang tak kuketahui berniat memberi kejutan di hari minggu. Aaahhh sudahlah......, aku tak mau terlalu berharap. Semoga saja aku dibawa ke sebuah tempat di luar sana agar sebentar kulihat dunia yang sebenarnya. Dunia yang menungguku selama ini. Pilihan yang harus kujalani sejak tumbuh dalam rahim ibuku. Kini aku harus bisa hidup mandiri. Tak lagi mengandalkan asupan makanan dari plasenta ibuku dan berusaha menyesuaikan diri dengan dinginnya dunia yang mungkin tak sehangat rahim ibuku.


Kedua perempuan itu tersenyum bahagia di balik timbangan sebuah Posyandu. Aku telah tumbuh dengan sempurna. Bukan sempurna dalam arti sempit tapi ketika kita mampu melewati tahapan kehidupan dengan baik itulah kesempurnaan yang sebenarnya. Umurku hampir 2 bulan lamanya. Panjangku bertambah 15 cm dari semula dan berat badanku naik 2,3 kg. Setelah sampai rumah, perempuan kedua dengan mesra memintaku meminum susu dari putingnya.



Januari 2013

*Cerpen ini saya dedikasikan untuk seluruh ibu-ibu yg tdk hanya melahirkan tapi merawat dan membesarkan bayinya...


Follow me on twitter : @harend26

Minggu, 25 November 2012

Lelaki bernama Arjuna ......



Andai sebuah novel, maka dia berada pada paragrap pertama dan akan selalu ada dari awal sampai akhir cerita. 

Lelaki itu bernama depan Arjuna. Kebetulan ibunya sangat terkiul-kiul pada Master Chef Juna. “Pembawaanya laki banget.” Ujarnya. Tak henti-hentinya dipandangi lewat layar kaca. Dalam jagad pewayangan, sosok Arjuna dikenal sebagai penengah Pandawa di negara Amarta. Mampu menjadi magnet bagi sebagian besar perempuan. Tanpa harus mengumbar kata-kata cinta. Begitulah seharusnya lelaki. Melalui Arjuna kita dapat belajar bahwa lelaki seharusnya memikat, bukan terpikat pada perempuan. Sebab, jika lelaki terpikat oleh kecantikan perempuan, maka kemungkinan besar akan dibelokkan cita-citanya. Seperti kata papatah bijak, “Setialah pada cita-citamu, bukan pasanganmu”. Lelaki yang mampu “memikat” maka pasangannya tak kuasa membelokkan cita-cita sosialnya. Bukankah sebaik-baiknya ibadah adalah berguna bagi sesama..?? 

Kebetulan juga Arjuna juga sangat jago bermain panah. Seharusnya para orang tua memberlakukan anak bagai sebuah panah. Seorang anak itu bagai “Anak panah yang keluar dari busurnya masing-masing”. Orang tua hanya sanggup mengarahkan arah anak panah, tetapi anak panah akan mencari cita-citanya sendiri sesuai dengan keinginannya. “Anakmu bukan anakmu...”

Pada suatu ketika, Raden Arjuna sedang bertapa selama 32 hari 32 malam. Ada apa dengan angka 32. Konon tak seorang sahabat dan orang-orang di sekitar Arjuna yang tau. Ternyata angka 32 menyimpan filosofis kehidupan. 3 ditambah 2 sama dengan 5. Itulah Panca wiwijangan (panca indera). Lalu, 3 kali 2 sama dengan 6. Sad wiwijangan (firasat). Dan jika 3 dipangkatkan 2 itu 9. Itulah jumlah lubang pada setiap insan. Babahan hawa sanga. Oiya jika 3 - 2 itu sama dengan 1. Bukankah hanya “satu” yang patut kita sembah?? ... Bukankah saat menghadapi problematika hidup kita harus mempertimbangkan dan menyeimbangkan antara panca indera, firasat, hawa nafsu. Serta berujung pangkal pada yang Maha Esa.. 

Nama tengahnya adalah Actarenkha. Jika ditelisik lebih dalam, actar berasal dari bahasa arab yang berarti langit keberuntungan. Dan bukan kebetulan juga lelaki itu lahir atas bantuan dr. Tutit Lazuardi, S.OG yang jika diartikan “lazuardi” itu juga “langit”. Lelaki itu langit dan perempuan itu bumi. Kemanapun lelaki berkelana pasti akan kembali pada bumi. Dan langit mengajarkan pada kita agar tidak sombong. “Di atas langit, masih ada langit” . Sedangkan Renkha tersendiri adalah utak-atik dari ERlik DiNa dan harendHiKA.

Nama terakhirnya adalah Lukiswara. Dalam bahasa jawa, “woro” berarti berani. “wara” juga diartikan sebagai bidadari. Jadi bisa dibilang Lukiswara adalah lukisan bidadari. Bagi saya, seorang perempuan yang mempertaruhkan nyawa demi melalui tahapan hidup untuk melahirkan bayi yang dikandungnya adalah bidadari yang sesungguhnya. Arjuna Actarenkha adalah lukisannya yang sangat berharga... dan  “Arjuna Actarenkha Lukiswara” nama lengkapnya. 

November 2012

Erlik-Dhika

Senin, 05 November 2012

Cinta pada sepotong daster

Lukisan: Basuki Abdulah

Pagi masih gerimis, Asri masih saja disibukkan dengan penataan makanan di atas meja. Dengan daster kesayangannya, tak kuasa menahan peluh yang senantiasa mengalir di tubuhnya. Lelakinya masih belum beranjak dari kamar. Seperti biasa, lelaki itu dibangunkan setelah persiapan meja makan selesai.

Sudah hampir 5 tahun Asri tinggal bersama lelakinya. Lelaki bukan satu-satunya. Ada pangeran kecil yang mulai beranjak dewasa. Bertiga. Dengan penuh kasih sayang sejak bayi diasuhnya. Pangeran kecil itu sudah siap berangkat sekolah. Asri dengan senang hati membangunkan, memandikan, bahkan menyuapi dengan cekatan. Kesibukan setiap pagi mendera. Tak pernah sekalipun mengeluh dibuatnya...


"Mas... Sudah siang, cepatlah bangun. Nanti kamu terlambat"... Suara Asri cukup membangunkan lelaki di atas ranjangnya. Dengan celana seadanya. Tanpa sehelai benangpun menutupi dada bidangnya. Lelaki itu segera bergegas menuju kamar mandi. Tak lupa tiap berpapasan di ruang makan. Sebuah kecupan manis mendarat di kening Asri. Kenangan pagi yang selalu membuat Asri tersenyum sepanjang hari...  

Lelaki itu cukup dikenal di daerahnya. Sebuah kota kecil yang dingin dan asri. Karir yang cemerlang tak membuat lelaki itu senang akan gemerlapan. Tak terkecuali dalam memilih pendamping hidup. Cukup perempuan sederhana yang mampu mengurus dan memberinya energi tuk bekerja.  Cukup dengan perempuan yang setia dengan dasternya. Yang mau mambangunkan, mamandikan, menyuapi dan menjemput pangeran mungilnya. Tak ada harta apapun di dunia yang berharga selain anak dan perempuannya.

Hampir seluruh kota mengenal lelaki itu. Tak hanya oleh tampangnya yang rupawan, yang selalu membuat terpesona bagi perempuan menapun yang melihatnya. Dia bukan pimpinan daerah tapi pejabat birokrasi yang sangat disegani dan dihormati warganya. Kebijakan yang diambilnya selalu menyentuh hati masyarakat. Ide-ide keluar begitu saja dari kepala bak kupu-kupu yang keluar dari sarang. Karena kecerdasannya, banyak teman sejawat yang minta pertimbangan dalam memutuskan sebuah perkara.

Tiap waktu senggang siang tiba, tak lupa dia selalu pulang ke rumah. Tak lain tak bukan tuk menemui pujaaan hatinya. Asri. Tentu masih setia dengan daster yang membalut tubuh mungilnya. 

"Tumben mas.. jam segini udah istirahat" sapa Asri pada lelakinya

"Iya kebetulan tadi sedang survey lapangan, sekalian pulang ke rumah" sahutnya

"Mau dibuatin kopi mas..."

"Iya boleh....."

Kerika Asri sedang asik mengaduk-aduk kopi, tiba2 lelaki itu mendekapnya dari belakang. Asri pun sangat paham akan situasi seperti ini. Diapun selalu menginginkanya. Sebuah momen romantis bak cinta pangeran pada permaisuri yang selalu berakhir di ranjang asmara... 

Momen seperti inilah yang selalu menjadi candu mereka berdua. Memadu kasih setiap saat yang tak terduga. Lelaki itupun sadar, setelah melakukannya, begitu besar energi yang tercipta. Kebijakan-kebijakan yang keluar dari mulutnya tak henti-hentinya bergema. Ide-ide pun mengalir begitu saja. Pekerjaanya selalu berakhir dengan prestasi yang selalu mendera. Dia pun sadar bahwa, masa depan negara ini tergantung pada perempuan di dalamnya. Tiap pemimpin besar dunia atau orang yang sukses dibidangnya, pasti yang ditanya adalah siapa perempuan disampingnya.

Pernah pada suatu ketika, dalam sebuah rapat dengan pejabat di kotanya. Ada pejabat perempuan yang merasa kasihan pada kolega kerja sama yang sebagian besar para lelaki. Sang lelaki kekasih Asri-pun geleng-geleng dibuatnya. Dalam hati dia bergumam.. Pasti pejabat perempuan itu lupa bahwa endonesa pernah punya RA Kartini, Dewi Sartika atau Cut Nyak Dien. Pada saat itu, Cut Nyak Dien memberi syarat pada lelaki yang akan mempersuntingnya bahwa dia harus mampu mengusir penjajah dari bumi rencong. Walaupun ahirnya calon suaminya itu wafat di medan perang oleh Belanda. Begitulah seharusnya perempuan. Tak mudah mengasihani pada sosok lelaki... Perempuanlah yang memiliki kekuatan dan memberi kekuatan kepada lelaki.. Begitu seharusnya..

Sebelum keduanya benar-benar tertidur, Asri segera bergegas dari ranjangnya...

"Aduh mas, sudah jam 1.. Miko kan waktunya pulang..." dengan cekatan Asri memakai dasternya..

"Aku berangkat dulu ya mas, kalau mau makan sudah tak siapin di meja. Tak lupa aku buatain sambal kesukaanmu..." 

Lelaki itu tak kuasa berbicara. Napasnya masih terengah-engah dibuatnya... Sambil senyum bahagia, matanya sudah cukup mengantarkan kepergian Asri menjemput anaknya.

Tak seberapa lama teleponnya berdering... Sambil mengatur napas, lelaki itu segera menjawab telepon..

" Sayang... sekarang lagi dimana??"

" Miko ga apa2 kan? Semalam aku mimpi yang engga2, aku takut terjadi apa2 sama Miko" Anak kita satu-satunya..

" Ibu juga sehat2 aja kan..." Jangan suruh ibu antar jemput Miko tiap hari ya.. Kasihan!!!

" Aku mungkin seminggu lagi baru bisa pulang"

" Cuaca disini sedang buruk, sehingga jadwal pesawat sedang di delay.."

Lelaki itupun menjawab, " Cepat pulang ya sayang... Aku, anakmu dan ibumu disini selalu menunggumu"


November 2012

Follow me on twitter: @harend26



Minggu, 02 September 2012

Wanita hamil, Silahkan makan gratis...... !!!
















Saat di perjalanan, tiba2 BB saya berdering tanda ada pesan BBM. Teman twitter saya mengirimkan pesan yang kira2 seperti ini :

Sardhono : Bro.... apa yang akan kau lakukan pada dunia jika kelak kau punya segalanya alias kaya raya?

Saya : Hmmmm.... bikin warung broooo... Cita2 saya sejak dulu kala - BT (before twitter).. hehehe -

Sardhono : simpel banget... tau ga brooo, Israel bisa nguasain dunia karena apa coba... Karena kaya raya brooo.. Di dunia ini apalah arti hidup kita tanpa duit brooo...

Saya : Sebenernya bro, jika kau peras lebih dalam lagi jg sama. Intinya wanita hamil.. heuheu

Sardhono : @%^*%$!*&$^

Saya : Sabar masbrooo... Visi misi tujuan dan kebijakan serta strategi saya bkin warung adalah... eng ing eng...

Sardhono : apaaaaaaa????

Saya : "SAYA GRATISKAN WANITA HAMIL" jika makan di warung saya... Karena saya sayin, bahwa kelak dari perut2 ibu hamil yang makan di warung saya. Kelak akan lahir pemimpin yang akan mengentaskan penjajahan yang dilakukan oleh bangsa sendiri.... #MERDEKAAAA.. heuheu


- dan kemudian hening -





Follow me on twitter :

@harend26

Minggu, 26 Agustus 2012

Manusia 140 Karakter

Beberapa hari yang lalu, saya sedang asik bertwitter ria. Tiba-tiba salah satu dari teman berceloteh. Apa sih enaknya pakai twitter, sudah dibatasi 140 karakter lagi. Mendingan pakai jejaring sosialnya Mark Zuckenberg. Kebebasan status facebook bisa sampai memuat lirik lagu, cerpen, surat cinta, bahkan tulisan 1 bukupun dapat dimasukkan di status facebook. Eh, emang sampai segitunya ga ya...


Okeh... okeh fine...!!! Saya ga mau jelaskan mana yang lebih baik antara twitter dan facebook. Sudah banyak yang membahas mengenai 2 jejaring sosial yang sedang digandrungi jutaan umat manusia tersebut.  Itupun saya juga sudah sempat membahas sedikit mengenai kelebihan twitter dibandingkan dengan facebook DISINI

Tweeps, pada mulanya, saya juga bertanya-tanya mengapa Jack Dorsey (Pendiri twitter) hanya membatasi tweet sebanyak 140 karakter. Jadi kalaupun kita galau, tweet galau kita dibatasi 140 karakter.  Apa-apaan ini!! Hehehe...

Secara sadar ataupun tidak, dengan batasan karakter yang ada, twitter “memaksa” kita untuk mengemukakan sesuatu secara jelas, singkat, padat, efisien  sehingga mudah dimengerti. Pengguna mikroblogging twitter dituntut memutar otak agar pesan yang singkat tersebut mampu ditangkap dengan baik oleh pembaca/follower. Dalam kehidupan sehari-hari pun sering dijumpai orang yang bicaranya kalau diketik bisa sampai 1 halaman penuh padahal kalau ditarik benang merah, dapat diringkas dengan 3, 4 atau 5 kata. 

Sedikit kita gali lebih dalam, dengan keterbatasan maka terdapat peluang untuk memunculkan potensi dalam diri manusia. Dengan keterbatasan, maka akan senantiasa muncul ide2 yang mungkin tidak hanya berguna untuk diri sendiri tetapi juga orang lain. Seperti filosofis akar. Tentunya akar memiliki keterbatasan ruang gerak yang tak sebebas ranting dan daun. Ruang gerak akar terbatas karena berada dalam partikel tanah. Namun dengan keterbatasannya akar selalu berusaha menembus partikel tanah maupun partikel lainnya untuk mendapatkan air. Air inilah yang berguna untuk nutrisi tumbuhan secara keseluruhan. 

Dalam dunia kerja, sering kita dengar kata deadline. Deadline dalam pengertian sederhana adalah batas waktu. Tugas atau pekerjaan harus selesai sesuai dengan deadline. Sering kita pusing dibuatnya tetapi bila kita selami lebih jauh, dengan keterbatasan waktu maka tugas atau pekerjaan akan lebih terencana, terstruktur, fokus dan sistematis. Seperti juga saat ujian sekolah/kuliah/tes-tes lainnya juga dibatasi oleh waktu. Tujuan dari batasan tersebut tentunya untuk melihat kemampuan dan keterampilan peserta ujian dalam menyelesaikan masalah. 

Begitulah sekiranya hikmah di balik keterbatasan. Jadilah “manusia 140 karakter” dalam arti jadikanlah  keterbatasan sebagai “alat” untuk menjadi pribadi yang lebih baik karena dengan keterbatasan maka peluang, potensi, kemampuan dan intelektual seseorang dapat tumbuh dan berkembang dengan sendirinya. 

“ Merdeka itu kebebasan, tetapi tetap harus ada batasan/limit. Sebab tanpa limit, kebebasan hanya akan melahirkan kefanaan”.

Follow Me on Twitter : @harend26

Jumat, 15 Juni 2012

Kerja dan Sepakbola !!!

Pada Juni 2012 semua mata pasti tertuju pada event 4 tahunan Euro 2012. Bintang lapangan hijau memanjakan mata dengan gratis di layar kaca.

Dalam sebuah pertandingan, perlu kerjasama antar pemain untuk sebanyak mungkin mencetak gol dan sedikit mungkin kebobolan. Setiap pemain diharapkan mampu menyerap instruksi pelatih untuk di praktek an di lapangan.

Berbicara tentang sepakbola, saya selalu teringat dengan kata-kata legenda sepakbola Jerman, Franz Beckenbaeur. " Sepakbola adalah refleksi sebuah bangsa". 


Sejenak mari kita lihat kondisi sepakbola kita. Carut marut sepakbola tanah air yang sering diikuti dengan kerusuhan suporter, perkelahian antar pemain serta prestasi yang minim. Di tingkat Asia Tenggara saja kita sangat-sangat sulit untuk merengkuh gelar juara.

Kondisi carut marut sepakbola ternyata benar mencerminkan bangsa Indonesia tercinta. Indikasinya adalah setiap harinya, kita dijejali media dengan berita2 korupsi penguasa, kerusuhan antar saudara, bahkan negara yang seharusnya bisa kaya dengan sumberdaya alam yg melimpah, sampai saat inipun masih belum bisa mensejahterakan rakyatnya. 

Dalam lingkup yang lebih kecil, prinsip-prinsip sepakbola ternyata sangat erat kaitannya dengan dunia kerja. Sebuah tim sepakbola memiliki komponen diantaranya penjaga gawang, pemain belakang, pemain tengah dan pemain depan. Setiap komponen pemain sepakbola tentunya memiliki peran dan tugas yang berbeda2. Begitu juga di sebuah perusahaan. Penyerang adalah decision maker/pengambil keputusan yaitu Kepala Divisi. Penyerang bertugas mencetak gol sedangkan Kepala Divisi bertugas mengeksekusi tujuan dari divisi itu sendiri.

Pemain tengah dalam sepakbola bertugas untuk men-suplai bola dari pemain belakang dan men-distribusikan ke penyerang. Sebagai jenderal lapangan tengah, playmaker memiliki peran yang sangat besar sebagai roh dari permainan sebuah tim sepakbola. Di dalam perusahaan, playmaker adalah kepala sub divisi. Sedangkan pemain belakang adalah seroarang karyawan.  Karyawan bertugas untuk menjadi benteng serangan pihak lawan. Pemain belakang memiliki tugas yang berat untuk menjaga gawangnya tidak kebobolan. Permasalahan2 di dalam perusahaan biasanya diselesaikan oleh karyawan atas perintah Kepala Divisi dan kepala Sub Divisi. Karyawan berada di garis terdepan, melayani permintaan atasan tetapi mendekam di kasta terendah akan kekuasaan #JlebMoment.

Prinsip-prinsip permainan sepakbola ternyata dapat dihubungkan dan di-analogikan dengan dunia kerja. Tingkah laku di dalam sepakbola memiliki kesamaan dengan tingkah laku di dunia kerja. Berikut saya coba jelaskan diantaranya :
  1. Perlu kerjasama antar pemain (kepala divisi, kepala sub divisi dan karyawan) dan aliran pekerjaan harus ter-koordinir dan ter-distribusi dengan baik.
  2. Jangan terlalu banyak mengumpan tanpa menghasilkan gol/tujuan yang diharapkan. Setiap pemain (kepala divisi, kepala sub divisi dan karyawan) memiliki tugas dan peran masing2. Contoh: jika bola sudah berada di kaki penyerang maka sebaiknya segera menceploskan bola ke gawang lawan (mencapai tujuan). Permainan tidak efektif jika setiap pemain hanya saling mengumpan satu sama lain. istilah kerennya "Tiki-Taka". hehehe. Inilah yang sering terjadi di dunia kerja, seringkali "bola panas" hanya di "Tiki-Taka" tanpa menghasilkan tujuan dan solusi dari permalahan.
  3. "Jemput bola". Jika bola tidak ter-distribusikan dengan baik, maka playmaker dan penyerang dapat menjemput bola ke pemain belakang. Jika tujuan divisi tidak segera tercapai, maka sebaiknya kepala divisi dan kepala sub divisi mencari tahu kepada karyawan permasalahan apa yg sedang dihadapi. 
  4. Apakah pemain belakang bisa "jemput bola"? Bisa saja jikalau playmaker dan penyerang sedang cidera atau sedang dalam performa yang buruk.
  5. Dalam batasan waktu yang ketat (di dalam sepakbola kurang lebih 90 menit), setiap pemain (kepala divisi, kepala sub divisi dan karyawan) harusnya bekerja keras untuk menciptakan prestasi, memperbanyak gol. 
  6. Dan jangan heran jika pemain belakang-pun (karyawan) lah yang mencetak gol karena penyerang dan playmaker sedang tidak on fire. hehehe
  7. Sebagai manager perusahaan (pelatih), maka sebaiknya memberikan reward bagi pemain yang berhasil mencetak gol dan punishment bagi pemain yang membuat kesalahan. 
Begitulah hubungan sepakbola dan kerja. Dan semoga pernyataan legenda sepakbola Jerman : Franz Beckenbaeur. " Sepakbola adalah refleksi sebuah bangsa" tidak benar adanya. Amiiiiiiinnnnn...... !!!!

#MetDoadiKerja 

Follow me on twitter:    @harend26


Rabu, 06 Juni 2012

"Pendidikan untuk Mereka"


Pendidikan, salah satu hal krusial dalam hidup seseorang. Walaupun banyak orang sukses dengan hanya mengenyam pendidikan yang tidak tinggi. Tapi bagi saya pendidikan masih sangatlah penting. Ya penting terutama bagi orang yang dapat menikmati pendidikan yang berkualitas. 

Akhir-akhir ini saya senang melihat video2 di youtube yaitu TEDx. Apa itu TEDx silahkan kalian tanya om Google. Yang jelas di dalam TEDx banyak sekali paparan dengan durasi kurang lebih 20 menit yang sangat menginspirasi. Di tengah genjaran serbuan sinetron ga jelas di TV atau berita2 korupsi pejabat tinggi yang menyesakkan dada, maka saya sarankan melihat video2 TEDx yang dapat di download secara gratis di internet. Setahu saya TEDx di Indonesia hanya ada TEDx Jakarta dan TEDx Bandung.

Kembali lagi ke pendidikan. Salah satu video TEDx Jakarta favorit saya, yaitu pemaparan oleh Ibu Betti Alisjahbana dengan tema "Perguruan Tinggi untuk Semua".Beliau memaparkan bahwa pendidikan tidak hanya bisa dinikmati oleh orang kaya saja tetapi juga bagi mereka yang miskin tapi MAU, MAMPU secara akademik dan memiliki DAYA JUANG yang tinggi diberi kesempatan untuk mengenyam pendidikan yang tinggi. Baginya, permasalahan terbesar bangsa ini adalah kemiskinan dan pendidikan adalah senjata yang ampuh untuk mengentaskan kemiskinan.

Setelah melihat video TEDx tersebut, saya amati kondisi di sekeliling. Ternyata masih banyak masyarakat kurang mampu yang belum paham bahwa pendidikan yang tinggi bukan hal yang mustahil untuk anak2 mereka. Hal inilah yang selalu ditanamkan kepada anak2 mereka sehingga pola pikir anak menjadi kurang tertarik untuk sekolah setinggi2nya. Anak2 terdorong untuk segera bekerja setelah lulus dari tingkat pendidikan dasar. "Mimpi mereka telah di diskon" seperti kata Ibu Betti Alisjahbana.

Beberapa hari yang lalu saya bertemu dengan salah satu tetangga saya di masjid setelah shalat Maghrib.Dia masih kelas 1 SMA dan sedang masa-masa ujian semester. Dengan basa basi saya bertanya tentang bagaimana ujiannya. Dengan entengnya dia menjawab, "Aduh mas saya putuskan berhenti sekolah". Saya kaget sambil terheran2. "Lho kenapa dik?". Dengan berjalan agak menunduk dia menjawab, "Saya males mikir"....

Permasalahan pendidikan ternyata bukan hanya pada pelayanan tetapi juga pada diri anak2 tersendiri. Jika masyarakat kurang mampu tidak menyekolahkan anaknya terbentur masalah biaya. Maka saya bisa menyarankan bahwa di luar sana masih ada kesempatan beasiswa yang ditawarkan. Mungkin hanya dengan menonton film "Laskar Pelangi" dan sejenisnya, mereka akan termotivasi bahwa keterbatasan bukan penghalang mengenyam pendidikan. Menurut saya permasalahan mendasar pendidikan juga ada di peserta didik itu sendiri. banyak anak2 yang kurang memiliki KEMAUAN dan DAYA JUANG yang tinggi untuk mengenyam pendidikan. Mereka cenderung pasrah pada keadaan. Itulah kondisi di sekeliling kita. Apa yang bisa saya lakukan? Sampai detik inipun saya masih memikirkannya. Semoga kalian semua sudah menemukan jawaban dan segera berbuatlah untuk mereka.....!!!

Tak terasa panggilan sudah tiba. Saatnya menjemput istri pulang kerja..... hehehe





Minggu, 27 Mei 2012

#RepublikTwitter



Twitter, salah satu media sosial yang akhir-akhir ini sangat digandungri masyarakat selain facebook. Baik tua, muda, pelajar, mahasiswa, pengusaha, politisi dan  artis menggunakan twitter untuk sekedar menunjukkan eksistensi mereka di dunia maya. Sebagai mikroblogging, twitter sangat tepat digunakan sebagai pengganti blog. Pengguna twitter ga harus repot-repot membuat blog pribadi jika sudah memiliki twitter. 

Saya sendiri terdaftar sebagai pengguna twitter sejak 31 Desember 2010 dengan akun . Saya tertarik membuat mikroblogging twitter setelah membaca artikel di kaskus yang membahas keunggulan twitter dibandingkan dengan facebook. Jika facebook mengharuskan kita berteman dahulu jika ingin mengetahui status orang lain, twitter cukup menjadi pengikut (following). Orang yang kita ikuti (following) tidak harus mengikuti kita (follower).  Begitu juga sebaliknya jika ada follower maka kita tidak harus menjadi following-nya. Mikroblogging twitter juga sangat simpel sehingga sangat user friendly.  Di dalam twitter yang tau tweet kita adalah orang yang mengikuti kita (follower). Berbeda dengan facebook bahwa status kita dapat diketahui oleh siapa temen kita. Jika kita ingin mengcopi-paste tweet orang lain kita cukup menambahkan RT atau retweet. Jika ingin melibatkan akun twitter orang lain kita cukup me-mention akun tersebut. Dan jika ingin membahas tweet mengenai topik tertentu maka kita tinggal menambahkan hastag (#). Misalkan kita ingin membahas tweet mengenai hubungan jarak jauh maka tinggal menambahkan #LDR. Dengan adanya topik yang telah di hastag (#), maka follower kita juga bisa ikut membahas topik tersebut dengan menambahkan hastag (#) di tweet-nya. Itulah beberapa hal yang menarik dari mikroblogging twitter. 

Dan yang paling menarik dari twitter menurut saya adalah twett yang disediakan hanya untuk 140 karakter. Dengan adanya limit 140 karakter kita dituntut mengetweet secara singkat, padat dan jelas di wall “Apa yang sedang terjadi”. Hal ini berbeda dengan facebook dimana tidak ada batasan sehingga 1 bukupun dapat di tulis di wall “Apa yang anda pikirkan?”. Hehe... Twitter juga ampuh untuk digunakan media berbagi sesuatu. Saya sendiri sering menggunakan twitter untuk berbagi mengenai sebuah topik seperti  #LDR, #OleOlangWanita, #RepublikSenja dan #TataRuang. Jika ingin lebih jauh mengenai topik tersebut maka silahkan mampir ke TKP dengan chirpstory  DISINI

Per tanggal 27 Mei 2012 jam 10.14 WIB, tweet saya 886 tweet, 44 Follower dan 72 Following. Following saya diantaranya adalah media digital online, news anchor, budayawan, olahragawan, program televisi, musisi, sejarawan, komedian, politisi, dan pengusaha. 

1.       Media digital online : @kompascom dan
Tak terpungkiri lagi, @detikcom menjadi favorit pencari warta digital di Indonesia dengan beritanya yang selalu up to date. Detik juga menyediakan harian dan majalah yang dapat di download dalam format pdf. Berbeda dengan @kompascom. Dalam situs media online kompas saya lebih tertarik pada bagian tekno dan sains nya. 

2.       News Anchor: @zeld_ung , @MarissaAnita , @NajwaShihab , @Tina_Talisa
Pembawa berita favorit saya adalah wanita.. hehehe.. @zeld_ung adalah akun twitter dari Zelda Safitri yang sekilas mirip dengan penyanyi Sherina Munaf. Ada juga @MarissaAnita yang merupakan news anchor dari program 8-11 show di MetroTV. Untuk menikmati berita dengan cara berbeda bisa melihat program Mata Najwa yang di presenteri oleh @NajwaShihab. Dan yang terakhir adalah teh @Tina_Talisa yang dulu sempat kondang saat membawakan acara Apa Kabar Indonesia petang. Bicaranya yang kritis, analis, dan proaktif dalam mewancarai narasumber sangat menghibur dengan ditunjang dengan parasnya yang wuuiihhh.. hehe

3.       Presenter: @chantalconcetta , @ZoyaAmirin , @Sys_Ns
Di dunia presenter pasti @chantalconcetta sudah tak asing lagi. Perempuan yang dulunya adalah news anchor sekarang menebarkan sayapnya di dunia presenter entertainmnet dan menjajaki dunia model. Bersama @ZoyaAmirin, mereka menjadi host di acara Sexophone di TransTV. Bagi yang belum tahu siapa @ZoyaAmirin, dia adalah satu-satunya psikologi seksual di Indonesia. 

4.       Budayawan : @abuzakarkeling , @masbutet , @sudjiwotedjo
Konon @abuzakarkeling adalah budayawan Emha Ainun Nadjib. @masbutet adalah budayawan asli djogja yang sudah malang melintang di dunia teater di Indonesia. Satu hal yang sampai saat ini belum kesampaian adalah mampir warung Bu Ageng yang tak lain tak bukan adalah warungnya @masbutet. Bubur duren mlekohnya bikin ngiler. Dan terakhir adalah Presiden Jancukers: @sudjiwotedjo. Budayawan serba bisa (ndalang, nyanyi, penulis, pembicara seminar, maen film, teater dll dll) yang juga mantan wartawan ini membuka mata saya bahwa kemunafikan di negeri ini sudah semakin merajalela. Melalui jancuk-jancuk-an, ngawur dan urakan, @sudjiwotedjo mencoba memberikan nafas perlawanan terhadap kemunafikan tersebut. Satu hal yang sangat saya sukai dari dalangnya via twitter adalah membawa followernya untuk berimajinasi dan membuka pikiran. Salut dah untuk beliau.. Salam Jancuuuukkk!!! hehe

5.       Olahragawan : @bepe20
Semua orang dah tau, dialah ikon Persija dan sepakbola Indonesia. Pembawaannya yang kharismatik dan menjadi panutan pemain junior membuat saya mengidolakannya. 

6.     Program televisi : @tvone_ilc , @RadioShow_tvOne , @standupmetrotv , @tvOneNews , @811Show
@tvone_ilc menjadi program favorit dari TV One dan menjadi favorit masyarakat pada umumnya. Berbagai topik dibahas secara mendalam dan kritis dengan narasumber orang-orang hebat yang kompeten di bidangnya. Program berita lain adalah @tvOneNews dan @811Show yang mengabarkan berbagai berita sepanjang hari. Program televisi yang masuk ranah hiburan adalah @standupmetrotv atau komedi ngadek yang menurut saya lebih mengedepankan kebebasan berekspresi dan melatih kepedean kita tampil di depan umum. Program televisi terakhir yang saya follow adalah @RadioShow_tvOne. Jika ingin menikmati musik yang berbeda dan dengan cara berbeda pula maka wajib follow @RadioShow_tvOne yang menampilkan musisi berkualitas yang mungkin belum pernah anda ketahui sebelumnya. 

7.       Musisi : @raisa6690 , @jflowrighthere , @efekrumahkaca , @agnezmo
Musisi muda, cantik, bertalenta dialah @raisa6690. Saya mulai tertarik dengan @raisa6690 ketika masih eksis di You Tube. Kalau @jflowrighthere adalah musisi rap yang dulu sempat gabung sama saykoji. Musik-musiknya cukup beda dengan selera pasar selama ini. Dan jika ingin menikmati musik indie cerdas yang dekat dengan kehidupan kita sehari-hari saya sering mendengarkan @efekrumahkaca

8.       Sejarawan : @JJRizal
@JJRizal adalah sejarawan yang cukup lumayan sering tampil di TV. Melalui tweet-nya, @JJRizal memandang persoalan dari sudut pandang sejarah. Seperti saat FPI sedang gencar-gencarnya menolak Lady Gaga. @JJRizal mel-kultweet mengenai asal usul nenek moyang FPI. 

9.       Komedian : @solehsolihun , @radityadika
Saya mengenal keduanya saat tampil di acara @standupmetrotv

10.   Politisi dan pengamat politik: @jokowi_do2 , @TrioMacan2000
@jokowi_do2 adalah sosok pemimpin yang rendah diri dan sangat mencintai kultur budaya solo. Model kepemimpinannya sempat menempatkan beliau sebagai salah satu walikota terbaik di dunia. Berbeda dengan @TrioMacan2000 yang asli bukan personel Trio Macan. Kultweet2 nya tentang kondisi tersembunyi dari negara ini membuka mata kita apa yang terjadi dengan negara ini. Beberapa kultweet yang sempat saya ikuti adalah #MafiaMinyak. Kadang saya percaya kadang tidak namun beberapa argumennya terbukti. 

11.   Pengusaha : @BillyBoen
@BillyBoen adalah pengusaha muda yang menganut prinsip “Young on Top”. Kalau bisa kaya di usia muda kenapa harus tua. @BillyBoen jaga memiliki program khusus di metro tv setiap sabtu Pukul 15.30 WIB yang menampilkan sosok sukses di usia muda. 

12.   Arsitek: @ridwankamil
Arsitek kondang yang sudah mendunia. @ridwankamil juga merupakan inisiator dari Indonesia Berkebun yang mencoba menambah proporsi ruang terbuka hijau di perkotaaan. Karya-karya arsiteknya telah diakui dunia dan sering juga mengadakan seminar-seminar yang sangat menginspirasi. 

Itulah beberapa following saya selain teman-teman yang tidak dapat saya sebutkan satu per satu yang mungkin akan bertambah seiring dengan berjalannya waktu. Pastikan apa yang kamu ikuti (following) benar-benar bermanfaat bagi kehidupan kamu bukan malah menjerumuskan ke hal-hal yang negatif. Kalau bang JJ. Rizal pernah mengetweet : “Dirimu adalah buku yang kamu baca” , maka saya memodifikasinya menjadi “Dirimu adalah apa yang kamu following di twitter”. Hehehe... Selamat datang di #RepublikTwitter.................!!!!!